

Satu-satunya kelemahan baterai jenis Lithium-ion adalah ketika sering
diisi ulang, kinerjanya akan semakin menurun. Untuk itu para peneliti di
Stanford University telah mengembangkan baterai yang dapat
'memperbaiki' dirinya sendiri.
Lalu, apakah baterai Lithium-ion akan punah? Dalam proyek yang diberi
nama "Self-healing polymer" itu para peneliti tengah meningkatkan
kepadatan energi dari baterai Lithium-ion yang ada saat ini untuk
mengurangi bobot baterai.
Salah satu kemajuan yang paling menjanjikan adalah mereka berhasil
menggabungkan silikon ke katoda, yang dapat menampung elektron jauh
lebih banyak dibanding campuran oksida saat ini.
Akan tetapi, secara fisik silikon terlihat membengkak hingga tiga kali
lipat ketika diisi dengan elektron. Dan itu dapat mengakibatkan baterai
mudah retak dan pecah. Namun untungnya itu dapat diperbaiki oleh ilmuwan
Chao Wang dari Standford University dan Hui Wu dari Tsinghua University
di Beijing.
"Kami menemukan elektroda silikon yang dapat bertahan 10 kali lebih lama
ketika dilapisi dengan self-healing polymer, dan retaknya dapat
diperbaiki hanya dalam waktu beberapa jam," kata profesor Stanford
University Zhenan Bao, seperti dikutip dari Gizmodo, Selasa
(19/11/2013).
Self-healing polymer, lanjut Bao, sangat penting untuk kelangsungan
hidup lingkungan. "Kami ingin menyematkan fitur ini ke baterai
Lithium-ion sehingga mereka dapat memiliki masa hidup yang lebih
panjang," tukasnya.
Sel elektroda yang ada saat ini kebanyakan hanya mampu bertahan hingga
100 siklus pengisian. Tim peneliti berharap, ke depannya mereka dapat
menciptakan baterai ponsel yang memiliki 500 siklus pengisian dan 3000
siklus pengisian untuk baterai pada mobil listrik. (isk/dew)
Sumber : http://edan77.blogspot.com/2013/11/baterai-lithium-ion-sebentar-lagi-akan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar